Kebuntuan Doklam 2.0 menjadi kata kunci tahun lalu dengan kebuntuan militer selama 73-hari antara India-China. India menyatakan bahwa tidak ada perubahan dari status quo sejak kebuntuan Doklam usai, namun citra tersebut mengatakan sebaliknya. Media melaporkan bahwa 1.600-1.800 tentara PLA China telah bersiaga di Doklam.

Oleh: Prakash Katoch (Asia Times)

Laporan berita terbaru menyatakan Kebuntuan Doklam 2.0 bahwa Kepala Staf Angkatan Darat India (COAS) Jenderal Bipin Rawat, Penasihat Keamanan Nasional (NSA) Ajit Doval dan Sekretaris Luar Negeri (FS) Vijay Gokhale, dengan beberapa pejabat penting tentara dan Kementerian Luar Negeri, diam-diam mengunjungi Bhutan dua minggu lalu membahas isu strategis, termasuk Kebuntuan Doklam 2.0.

Kunjungan bersama oleh COAS, NSA dan FS ke Bhutan belum pernah terjadi sebelumnya, menunjukkan keseriusan isu-isu yang terkait. Rawat sebelumnya mengunjungi Bhutan pada bulan April 2017, diikuti oleh menteri luar negeri pada waktu itu, Subrahmanyam Jaishankar, pada bulan Oktober, sementara raja Bhutan mengunjungi India pada bulan November.

Kebuntuan Doklam 2.0 menjadi kata kunci tahun lalu dengan kebuntuan militer selama 73-hari antara India-China. China mulai mengklaim Dataran Tinggi Doklam pada awal 1990an, menyadari kepentingan strategisnya. Hal ini disertai dengan klaim di bagian lain Bhutan yang terus bergerak maju.

 




read more : Kebuntuan Doklam 2.0: China, India dan Bhutan Kembali Berhadapan?