Indonesia membutuhkan China agar kembali pada rencana pembangunan infrastruktur yang ada di Indonesia. Penasihat Presiden Luhut Panjaitan mengatakan kepada Asia Times, bahwa negaranya membutuhkan lebih banyak investasi China, meski mendapat kritik bahwa Indonesia telah menjadi ‘negara klien’ bagi China.

 



Oleh: John Mcbeth (Asia Times)

Dengan niat untuk melanjutkan rencana pembangunan infrastruktur proyek rel kereta api senilai US$5,9 miliar, Indonesia saat ini mempertimbangkan untuk memperluas jalur Jakarta-Bandung yang didanai China sampai ke Jogjakarta di Jawa Tengah, ratusan kilometer lebih jauh ke arah timur dari rancangan sebelumnya.

Tapi hal itu tidak akan terjadi di bawah Presiden Joko Widodo, yang program rencana pembangunan infrastruktur berada di daftar teratas prestasinya, menjelang pemilu tahun 2019.

“Kami tidak tertarik pada pemilu,” kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Panjaitan, yang juga merupakan penasihat politik senior presiden. “Ini adalah tujuan yang dicapai dalam 20-30 tahun.”

read more : Indonesia Butuh China untuk Kembali pada Rencana Pembangunan Infrastruktur