Menteri Luar Negeri Inggris, Boris Johnson, mengatakan bahwa peristiwa tersebut “mengingatkan pada kematian Alexander Litvinenko pada tahun 2006,” seorang mantan agen Rusia lainnya yang dipercaya oleh para pejabat Inggris diracuni di London atas perintah Kremlin.

 


Oleh: Patrick Kingsley, Richard Pérez-Peña (The New York Times)

Jalan-jalan dari Zizzi—sebuah restoran di pusat kota katedral yang sepi ini—ke Sainsbury—sebuah supermarket terdekat yang populer—sangat mengesankan. Belok kanan melewati perpustakaan kota, melalui gang tertutup, melewati pusat kebugaran di sebelah kiri, melewati sungai yang berbuih dan—90 detik kemudian—Anda telah tiba.

Namun, pada Minggu (4/3) siang, jalan yang singkat dan tidak biasa ini, mungkin menjadi lokasi percobaan pembunuhan yang mengingatkan pada kejahatan Perang Dingin yang paling tidak masuk akal.

Itu adalah rute yang diyakini dilewati oleh Sergei V. Skripal—mantan pejabat intelijen yang dibebaskan dari sebuah penjara Rusia, sebagai bagian dari pertukaran mata-mata pada tahun 2010 yang dirayakan—bersama putrinya, sebelum keduanya ditemukan dalam keadaan tidak berdaya di sebuah bangku di luar Sainsbury.

Menteri Luar Negeri Inggris, Boris Johnson, mengatakan bahwa peristiwa tersebut “mengingatkan pada kematian Alexander Litvinenko pada tahun 2006,” seorang mantan agen Rusia lainnya yang dipercaya oleh para pejabat Inggris diracuni di London atas perintah Kremlin.


read more : Kasus Keracunan Bekas Mata-Mata Rusia Mengingatkan pada Era Perang Dingin