Aspirasi untuk mewujudkan dunia tanpa senjata nuklir telah surut, jauh dari kenyataan dalam beberapa bulan terakhir. Selama Putin di Rusia dan Trump di Amerika berkuasa, tatanan nuklir global masa depan terlihat semakin genting.

 


Oleh: Andrew Futter (World Politics Review)

Akhir pekan lalu, selama pidato tahunannya kenegaraannya, Presiden Rusia Vladimir Putin meluncurkan sebuah sistem senjata militer baru eksotis yang sedang dikembangkan, dan dalam beberapa kasus siap untuk ditempatkan.


Inventarisasi Putin termasuk rudal balistik antarbenua (ICBM) baru yang sangat besar yang dikenal sebagai “Sarmat”; kendaraan ulang masuk bermanuver baru yang akan, secara teori, dipasang pada rudal balistik Rusia untuk membantu mereka menguasai pertahanan rudal Amerika; sebuah rudal jelajah bertenaga nuklir tampaknya mampu terbang sejauh ribuan mil di atas permukaan bumi; dan sebuah pesawat tak berawak bawah laut yang memiliki senjata nuklir berpotensi dapat berhenti meluncur, dan kemudian menyelinap di dekat garis pantai musuh untuk memberi serangan strategis dalam beberapa menit.

Putin juga menyebutkan perkembangan teknologi rudal hipersonik dan bahkan kemungkinan senjata laser masa depan.


read more : Putin dan Trump Perparah Persaingan Senjata Nuklir Dunia