Ketika Presiden AS Donald Trump dilantik, orang-orang Eropa sudah tahu bahwa akan ada struktur dasar hubungan internasional yang berubah di era presiden ‘nyeleneh’ ini. Mereka berharap masyarakat demokratis akan membuat Trump menjadi bijak. Tapi harapan itu mulai pupus, dan berikut ini beberapa alasan mengapa Eropa mulai menyerah pada Amerika di era Trump.

 


Oleh: Sylvie Kauffmann (The New York Times)

Pada 9 November 2016, ketika kami orang Eropa terbangun dan melihat berita tentang pemilihan Donald Trump sebagai presiden Amerika Serikat, kebanyakan dari kami mengerti bahwa hal itu akan memiliki dampak signifikan pada dunia politik. Yang tidak kami sadari pada saat itu adalah seberapa besar peristiwa itu akan mengubah struktur dasar hubungan internasional.

Selama 16 bulan terakhir, kami telah melalui kira-kira tiga tahap dalam menghadapi kenyataan bahwa sekutu pertama kami, Amerika Serikat (AS), diperintah oleh seorang presiden yang tidak ortodoks. Kami mulai dengan bertaruh pada kebijaksanaan manusia dan realisme politik: Segera saja, Donald Trump, calon populis nasionalis, akan menjadi bijak dan menjadi Presiden Trump. Politisi yang ‘nyeleneh‘ cenderung menjadi seperti itu di tengah masyarakat demokratis.

Kemudian dimulailah pertunjukan “orang dewasa di dalam ruangan.” Ketika menjadi jelas bahwa tidak ada kebijaksanaan yang bertambah di Oval Office, kami dituntun untuk percaya bahwa untungnya, sistem check and balance Amerika yang terkenal berfungsi.

read more : Mengapa Eropa Sudah Menyerah dengan Amerika Era Trump?