Pada pertengahan tahun 1960-an, Amerika Serikat memiliki lebih dari 900 senjata artileri nuklir, bom taktis, roket dan rudal permukaan ke permukaan, rudal anti-pesawat, dan ranjau darat nuklir di Korea Selatan. Bahkan proyektil nuklir untuk senapan recoilless Davy Crockett, selama beberapa tahun berbasis di Korea Selatan. Sejarah telah menyembunyikan sebuah rahasia kotor dari senjata nuklir Amerika di Korea.

 


Oleh: Walter Pincus (The New York Times)

Ketika Presiden Trump mempersiapkan untuk kemungkinan pertemuan dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, banyak orang Amerika yang memperingatkan bahwa Korea Utara telah menjauh dari perjanjian senjata sebelumnya. Tetapi bagi mereka yang skeptis, harus ingat bahwa itu adalah Amerika Serikat (AS), pada tahun 1958, yang melanggar Perjanjian Gencatan Senjata Korea tahun 1953, ketika pemerintahan Eisenhower mengirim senjata atom pertama ke Korea Selatan.

Pada pertengahan tahun 1960-an, Amerika Serikat memiliki lebih dari 900 senjata artileri nuklir, bom taktis, roket dan rudal permukaan ke permukaan, rudal anti-pesawat, dan ranjau darat nuklir di Korea Selatan. Bahkan proyektil nuklir untuk senapan recoilless Davy Crockett, selama beberapa tahun berbasis di Korea Selatan.



read more :Rahasia Kotor Senjata Nuklir Amerika di Korea