Dr. Siti Zuhro, ahli politik dari the Indonesian Institute of Sciences, kata Mr Prabowo Subianto pidato membahas isu-isu paling penting yang dihadapi negara.

"He berbicara tentang... ekonomi dan kemiskinan, dan cara untuk mengatasi masalah, seperti ketidaksetaraan ekonomi, " Dia mengatakan kepada The Straits Times. "His pidato menawarkan ide-ide segar dan harapan baru. "

Dr Siti mencatat bahwa ide-ide datang dari tim Prabowo on-the-tanah keterlibatan dengan orang-orang biasa seperti pedagang, petani dan nelayan di seluruh negeri, dan mungkin menarik ayunan atau pemilih ragu-ragu.

Mr Arya Fernandes, seorang analis politik dari Centre for Strategic and International Studies, namun, berpikir bahwa Mr Prabowo pidato kekurangan fokus karena ia berusaha menutupi terlalu banyak masalah.

"If hanya dia telah difokuskan pada isu-isu ekonomi, pidato bisa telah jauh lebih menarik dan diberikan perspektif baru pada ide-ide ekonomi, " ujar Mr Arya, yang menambahkan bahwa pidato Mr Prabowo harus memiliki target ayunan dan pemilih ragu-ragu.

Sekitar seperlima dari 193 juta pemilih masih ragu-ragu, dan dukungan mereka bisa pergi dengan cara baik, menurut analis politik Universitas Gadjah Mada Kuskridho Ambardi.

 



Sebuah survei oleh pollster yang berbasis di Jakarta Indikator Politik Indonesia bulan lalu menunjukkan dukungan untuk tim Prabowo-Sandiaga telah bangkit untuk hampir 35 persen, 4,8 poin persentase dari Oktober.

Namun, Mr Joko dan pendampingnya, ulama Ma'ruf Amin, masih dipimpin oleh 20 poin persentase.