Polisi telah menangkap seorang pilot, yang diidentifikasi sebagai IR, karena diduga mendorong orang-orang melalui Facebook untuk mengambil bagian dalam rapat umum selama pengumuman hasil pemilu di Jakarta pada aksi 22 Mei.

IR ditangkap di Surabaya, Jawa Timur, pada hari Sabtu.

“Kami telah menangkap seorang pilot karena [diduga] menyebarkan pidato kebencian di media sosial dan melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik [UU ITE],” kata kepala unit kriminal Kepolisian Jakarta Barat Adj. Sr. Comr. Edy Suranta Sitepu mengatakan pada hari Minggu seperti dikutip oleh kompas.com.

IR menulis di akun Facebook-nya, "Anak saya baru berusia 1 tahun, tetapi jika saya mati selama pertarungan 22 Mei, atas nama Allah, saya siap."

Dia menambahkan bahwa dia berencana untuk bepergian dengan mengenakan pakaian biru dan jilbab.

"Perhatikan; siapa pun yang diumumkan sebagai pemenang oleh Komisi Pemilihan Umum [KPU] pada 22 Mei, kerusuhan akan tetap terjadi dan akan ada sejumlah besar korban, ”tulisnya.

 



"Jika Anda tidak punya nyali, maka Anda sebaiknya minggir dan bersembunyi karena Anda bisa menjadi korban berikutnya. Ini bukan pilihan tetapi perintah, ”katanya dalam status Facebook-nya.

Polisi sedang menyelidiki kasus ini untuk menentukan kemungkinan motif IR.