Calon Wakil Presiden Indonesia Sandiaga Uno telah mengucapkan selamat kepada Presiden Joko Widodo, lebih dikenal sebagai Jokowi, dan pasangannya Ma'ruf Amin untuk memenangkan pemilihan Presiden 2019 dalam sebuah video yang diunggah di Instagram.

"Selamat (untuk Jokowi dan Ma'ruf Amin). Saya berharap Pak Jokowi dan Pak Ma'ruf Amin berusaha keras untuk terus berusaha mencapai keadilan sosial bagi seluruh masyarakat Indonesia, "katanya dalam video yang diposting di akunnya pada hari Minggu (30 Juni).

Komisi Pemilihan umum Indonesia (KPU) pada hari Minggu secara resmi dinyatakan Bapak Joko dan Dr Ma'ruf pemenang pemilu presiden 17 April.

Itu datang setelah Mahkamah Konstitusi negara memerintah Kamis lalu untuk menegakkan hasil pemilihan Presiden yang menyerahkan Mr Joko masa jabatan kedua, menolak tantangan oleh calon Presiden Prabowo Subianto dan pasangannya, Mr Sandiaga, yang telah mengklaim mereka dirampok akan kemenangan. Keputusan pengadilan bersifat final dan mengikat.

Dalam video, Sandiaga mengakui fakta bahwa dalam setiap pemilu, harus ada pemenang dan pecundang. Sementara kehilangan pemilu itu menyedihkan, ia meminta semua orang Indonesia, termasuk para pemilih, untuk melihat situasi sebagai bukti pengabdian dan ketulusan mereka kepada bangsa.

"Kami memahami bahwa mereka yang belum Terpilih, atau yang tidak dinyatakan pemenang, pasti akan merasa kecewa... Karena kita sangat ingin memainkan peran dalam membangun dan memajukan bangsa, itu wajar bahwa kita kecewa, "katanya dalam enam menit video.

"Saya meminta (kalian semua) untuk mengingat energi positif dan tujuan mulia itu. Usaha kami akan terus berlanjut, "ujarnya.

Mr Sandiaga mengingatkan para pemilih dan lain-lain yang melakukan kebaikan bagi bangsa tidak boleh terbatas untuk mengambil peran pemerintah.

 



"Perjuangan untuk memajukan bangsa dan negara tidak selalu harus dilakukan dari dalam struktur pemerintah," katanya.

"Setelah ini (berkuasa), saya berharap semua unsur (di Indonesia) bersatu kembali, bekerja berdampingan untuk membawa Indonesia ke depan," katanya. "Perbedaan pandangan politik tidak boleh memisahkan kita. "

Kekecewaan, ia menambahkan, tidak boleh menghentikan warga negara dari memajukan kepentingan bangsa.