Results 1 to 2 of 2

Thread: Baliho Kampanye Calon Gubernur Jatim Ini Salahi Kesepakatan

  1. #1

    Default Baliho Kampanye Calon Gubernur Jatim Ini Salahi Kesepakatan

    Surabaya - Papan reklame Partai NasDem bergambar calon Gubernur Jatim Khofifah berdampingan dengan Presiden Joko Widodo terpasang di Jalan Ambengan Surabaya. Reklame itu dianggap liar oleh KPU Jatim.

    Dari informasi yang dihimpun di lapangan, reklame milik Ketua DPD NasDem Kota Surabaya, Sudarsono Rahman, itu sudah terpasang lebih dari seminggu.

    Komisioner Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur Gogot Cahyo Baskoro saat dikonfirmasi detikcom mengatakan keberadaan alat peraga kampanye yang mencantumkan presiden merupakan liar. Karena menurutnya, desain tentang alat peraga kampanye telah disepakati oleh kedua tim kampanye paslon.

    "Kemarin pada tanggal 27 Februari, kita sudah menuntaskan desain alat peraga kampanye dan bahan kampanye baik yang difasilitasi oleh KPU maupun alat peraga kampanye dan bahan kampanye tambahan kampanye yang boleh dicetak oleh tim kampanye dan paslon. Nah di luar yang kita sepakati itu berharti alat kampanye dan bahan kampanyenya bisa dibilang liar berarti tidak diperkenankan," kata Gogot saat sosialisasi Pilgub Jatim di Kaza Plaza, Rabu (27/2/2018).

    Menurut Gogot terkait pencantuman photo Presiden di dalam reklame tersebut tidak diperkenankan, karena berdasarkan aturan PKPU no 4 tahun 2017.

    "Dalam aturan PKPU no 4 tahun 2017 mengenai kampanye, jadi dilarang paslon mencantumkan alat peraga kampanye dengan presiden dan wakil presiden. Yang kedua dilarang juga mencantumkan foto pihak-pihak lain di luar pengurus partai politik, jadi itu tidak diperkenankan," ungkapnya.

    Gogot menambahkan terkait siapapun nantinya yang akan memasang baik itu partai pengusung, simpatisan bahkan warga yang secara swadaya pun tidak diperkenankan.

    "Karena tidak sesuai dengan yang disetujui oleh KPU dan bawaslu, nah kalau ada warga secara swadaya bisa berkoordinasi tim kampanye masing-masing palson," ungkapnya.

    Gogot juga mengaku jika terkait penertiban telah seoakati oleh kedua tim kampanye masing-masing paslon untuk membersihkan alat peraga yang liar.

    "Terkait penertiban, dalam rapat koordinasi sudah disepakati oleh kedua tim kampanye. Sebenarnya didapati kesepakatan. Bahwa kedua tim kampanye yang saat itu sudah dihadiri oleh kedua ketua tim kampanye. Menyampaikan komitmen dan kesediannya untuk membersikan alat peraga yang liar tadi tanpa harus kita copot," ujarnya.

     



    Namun, Gogot mencontohkan jika misalnya tidak dicopot, KPU atas rekomendasi Bawaslu bisa memberikan peringatan tertulis untuk memerintahkan pencopotan alat peraga kampanye tersebut.

    "Jika tidak diindahkan, Bawaslu nanti akan berkoordinasi dengan Pol PP untuk melakukan penertiban," tandasnya.
    (bdh/bdh)

    Sumber : Detik

  2. #2

    Default

    Copot aja sih kalo nyalahin kesepakatan, jangan beri ampun biar Jatim Indonesia Pilkada 2018 nya berjalan baik.

Tags for this Thread

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •